I just want to pause whatever I am doing for one minute, everyday, and remember death! It will happen to me and all of us one day, I ask myself am I ready to meet my Lord, Allah, the Almighty? What have I prepared and sent forth?
Tampilkan postingan dengan label Ocehanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ocehanku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

THEY MEAN A LOT TO ME!



Mungkin selama ini aku kurang bersyukur dalam hidup hingga aku selalu merasa tidak bahagia dan tersiksa. Aku merasa sendiri, aku merasa sepi. Aku melupakan bahwa selalu ada tangan yang terulur untuk memelukku dikala apapun dalam hidupku. Mungkin aku terlalu congkak dan berfikir bahwa aku sanggup hidup tanpa mereka. Padahal seluruh dunia tahu bahwa AKU RAPUH! Lalu salahkah aku jika aku berfikir tak ingin membebani mereka dengan masalah-masalah sepele ku sedangkan aku tahu mereka pun memiliki masalah yang jauh lebih besar yang menjadi beban mereka juga?


Namun, mereka  semua yang mengulurkan tangan-tangannya untuk memelukku adalah orang-orang dengan jiwa yang melebihi luasnya samudera, luasnya tak berujung hingga aku selalu terpesona pada mereka. Aku sungguh beruntung mengenal mereka. Mereka hadiah dari-Nya untukku.


Bunda & I (we were sad but we smiled because we were together)

Ada Bunda, begitu aku biasa memanggilnya, yang selalu bisa membuatku tersenyum. Bunda selalu bisa membuatku lupa akan beratnya beban masalahku ketika kami saling berbagi cerita. Saling menasehati, saling mengingatkan dan akhirnya tersenyum bersama karena kami lega telah berbagi meski masalah itu tetap ada di pundak kami. Bunda yang meski sibuk tapi tetap ada ketika aku ingin melepaskan sejenak penat yang ada. Meski kadang kami tak memegang sepeserpun uang dan tak bisa kemana-mana, hanya dengan berbaring bersama dikamar Bunda  sudah bisa menjadi obat stress yang mujarab untukku. Thank you, Bunda for always being here with me. Love you, yesterday, today and tomorrow, as usual.


MaySyifa - love them so much
Ada mereka berdua yang jaraknya 105 km dariku tapi tetap tak  menghalangi rasa yang tumbuh untuk mereka. Mbak Maya a.k.a Mimay yang selalu tersenyum meski aku tahu bahwa beban yang ada di pundaknya jauh, jauh lebih besar dari beban kecilku ini. Dari Mbak dan  Syifa, Lina belajar untuk tegar. “Makasih Mbak, karena selalu menyiapkan telinga dan waktu Mbak untuk mendengarkan cerita tak bermutu Lina. Maafin Lina, karena Lina kadang terlalu egois hingga sering tak peka bahwa Mbak pun sedang memikul beban berat yang Lina pun tak sanggup berbuat apapun meski hanya untuk sekedar menguranginya sedikiiiiit saja. Dan juga Sang Ratu, anak juara yang sholehah! :) Tante selalu kangen Syifa. Baik-baik ya sayaang sama ummi… Semoga Allah segera mengirimkan penjaga buat kalian berdua. SemogaAllah segera mempertemukan Mbak dengan seseorang yang kelak akan menggenggam tangan Mbak dan Syifa dengan erat, dan bersama berjalan menuju surga-Nya. Seseorang yang tidak hanya membahagiakan Mbak dan Syifa tetapi juga yang menyanyangi, bertanggung jawab, menerima kalian apa adanya dan menjaga kalian sepenuh jiwanya. Semoga segera. Aamiin”


Saudara-saudaraku yang kutemui dikala aku harus beradaptasi ditempat asing dan dalam keadaan terburukku: eLCi! Ada Mbak Trise, Mbak Cica, Okky, Aya (Mama John dan John), Atik, dan Ester! Thanks, Gals! Cause you’ve let me be your friends till this time. You’ve completed me and my life.

   

Our 2nd year in Wonosalam-Jombang (Baksos FBS)
Meski sekarang kita sibuk dengan urusan masing-masing dan jarang sekali berkumpul bersama (lengkap) seperti foto diatas tapi percayalah, bertemu dan berkumpul bersama kalian beberapa jam saja bisa menjadi amunisi semangat untuk beberapa bulan kedepan. Kalian mampu menyuntikkan semangat yang luar biasa. Mungkin karena perjuangan dan suka duka kita selama 4 tahun kuliah yang membuat kita selalu bisa tersenyum dalam keadaan apapun! “Ayuuukkkk makan nasi bungkus lagi dan duduk selonjor dilantai dengan dipandangi puluhan mata mahasiswa kaya dan dosen dengan pandangan: cewek-cewek aneh dan gila yang ga bisa  jaim!”


Bu Ica (waktu hamil Abi) & I
Cia, Cici and I (BNS GeJe)
Dan orang-orang yang selalu bersamaku setiap hari, yang bahkan tanpa perlu ku ungkapkan akan tahu kondisiku hari itu. Orang-orang yang selalu saling mengingatkan dan menguatkan dibawah tekanan tirani uang! Orang-orang yang selalu berhasil membuatku melepaskan penat lewat air mata. Terima kasih banyak. Kalian bukan sekedar partner kerja buatku, kalian adalah salah satu alasan yang membuatku bertahan berada di tempat itu. Kalian adalah orang-orang hebat! Buat Cia a.k.a Bu Dian T. a.k.a Bu Yuni a.k.a Bu Nunik, guru BK terkece, tergila, teraneh  yang pernah aku kenal. Terima kasih untuk selalu membuka pintu BK lebar-lebar buatku sejak awal aku bergabung dengan kalian. Semoga selalu diberi keberkahan hidup dan kebahagiaan untuk keluarga barunya. Buat Cici a.k.a Bu  Farikha yang-namanya-selalu-salah-dan-ditulis-Faricha a.k.a Bu Fafa guru-kesayangan-Nyonya-yang-sedang-dalam-masa-pengkaderan-dan-lebih-sering-galau-sekarang, terima kasih yaaaa  karena selalu menemani lembur, selalu memijatku ketika lagi masuk angin, yang selalu mengingatkan bahwa yang terpenting itu perubahan yang lebih baik saat ini, dan selalu memberi kemudahan dalam hal administrasi sekolah. Terima kasih yaaaa Ci… Semoga Allah segera mempertemukan dengan yang terbaik buat Cici. Biar tidak  galau terus! :p dan untuk Bu Ica a.k.a Bu Khoiro yang-selalu-mengingatkan-kalau-menulis-namanya-tidak-pakai-H-diakhir. Terima kasih yaaaa sudah mau berteman denganku yang sulit diatur dan selalu bisa “meledak” sewaktu-waktu ini… Thank you for giving me some materials freely and telling me about anything in teaching and life. Terima kasih karena tidak terus-terusan jutek ke aku yang cerewet dan tidak bisa diam ini. Semoga Bu Ica dan keluarga selalu menjadi keluarga yang samara yang selalu dilimpahi rezeki dan keberkahan hidup dan semoga jagoan-jagoannya menjadi jagoan yang sholeh.Kepada kalian semua: TERIMA KASIH dan MAAF karena selama ini Lina selalu merepotkan kalian. Terima kasih atas uluran tangan yang tak pernah lelah memeluk Lina. TERIMA KASIH... THANK YOU... ARIGATOU... GUMAWO... SYUKRON... XIE XIE... DANKE... MERCI... GRACIAs... OBRIGADA...

Sabtu, 31 Agustus 2013

My Dream... Our Dream!

Standing there is my dream… Not only mine, but ours!
I’ve kept it for nine years!
I’ve fell down for several times…but never forget my dream because there is someone there who is waiting for me.
Being the best is just an extra gift for me… an extra pride for him!

Bapak: Pak, it was my promise to bring the pride for you, again. It is our dream to be there together! It’s for you!! You’re not here anymore but I know that you’re nearby and looking at me at this time, with that special way…Miss you so much! :’)

Ibu: Bu, it might be not your main dream, but thanks for being with me to reach my dream. This is also for your loves, prays, cares and other sacrifices. Thank you for standing beside me.. I’ve never said “I love you” but never doubt my love for you. I love you more than you can imagine, more than myself! :*

Perhaps, you’re not the perfect parents in the world but you’re the best parents for me. You’re nothing for this world but you’re my world, my everything because you’ve loved me perfectly! I’ll always try to give you my best because you’re the best thing that I’ve ever had!! May Allah bless you…and save you a place in heaven…
Aamiin…

-graduation note, 2011-

MaySyifa

Maya bersama Syifa
adalah dunia yang terhampar diantara dua hati yang saling memuja...
Maya bersama Syifa
adalah kebahagiaan diantara airmata dan tawa...
Maya dan Syifa
adalah cinta yang sempurna meski dunia menganggap mereka tak sempurna...

Maya...

Syifa...

Adalah cinta tanpa cela...


***

Mbak Maya, terima kasih telah memberiku kesempatan mengenal Syifa yang hebat…
Terima kasih atas persahabatan yang Mbak tawarkan… Terima kasih atas nasihat-nasihat nya…
Terima kasih atas teguran-teguran yang Mbak berikan…
Terima kasih atas waktu-waktu yang Mbak sisihkan buat aku diantara kesibukan Mbak...
Terima kasih karena telah mau berteman dengan aku yang… well, … super manja! :’)

Akan selalu ada rindu diantara waktu-waktuku yang tersisa untuk Mbak dan Syifa…
Terima kasih Allah, karena Engkau telah mengirim Mbak Maya dan Syifa dalam kehidupanku...
Dua sosok yang memenuhi waktuku, yang mencecap tawa dan air mata bersamaku…
Terima kasih atas tali yang Kau sambung meski tanpa pernah terikat darah diantara kami… Terima kasih atas rindu dan kasih yang kau tabur diantara kami…

Allah, jaga mereka berdua…dengan sepenuh-penuhnya penjagaanMu…

I LOVE YOU, Mbak! ;)

Aku bahagia telah mengenalnya, sosok ceria yang seharusnya selalu tersenyum tanpa boleh menangis. Tapi sayangnya, semua orang pasti menangis. Entah karena goresan pada tubuhnya, atau karena luka yang dalam di hati dan kehidupannya. Begitu pula dia. Terlalu banyak menangis bahkan, terlalu banyak buat dia.

Dia yang selalu berusaha ceria. Selalu mampu memasang senyum dibibirnya. Selalu mampu membuat orang lain tertawa. Bahkan orang lain kadang luput melihat kesedihan dan luka masa lalu dimatanya. Itu kesanku tentangnya. Aku mengenalnya sejak tahun lalu. Perkenalan di cyber world tanpa pernah tau seperti apa rupa masing-masing selain foto. Hanya penggalan-penggalan cerita dari sekumpulan kata yang terpecah menjadi kode 1 dan 0 saat melewati gelombang dan frekuensi tertentu sebelum akhirnya kembali menjadi kalimat setelah beberapa detik. Namun penggalan cerita itu membuatku merasa dekat dengannya. Bagiku, kedekatan bukanlah dari darah yang sama. It’s not about blood relation, it’s about heart!

Kini, aku telah bertemu dengannya. Nyata. Menyentuhnya, memeluknya. Apa yang aku rasakan? Entahlah. Ada bahagia disana. Ada rindu yang membuncah. Ada rasa penasaran yang lama tersimpan. Tapi semuanya bermuara pada satu rasa yang aku kenali: SAYANG! Dan tetap, DEKAT! Aaaaarrrggghhhh!!!! Aku menyayangi dia! :”)

Entah mengapa aku merasa tiba-tiba menyayangi dia. Ingin sekali aku berbagi rasa ini padanya. Memeluk dia seolah aku tak pernah ingin dia merasa sendirian. Menggandengnya seolah aku ingin membuatnya tak lagi terjatuh. Aku hanya ingin menopangnya, semampu yang aku bisa. Memandangnya, berharap dia tak hanya tersenyum padaku. Aku ingin dia menangis, melepas topengnya. Hanya itu. Tapi dia terlalu pandai menyimpannya. Menutupi. Dia terlalu baik hingga tak ingin membebani orang lain. Dan itu semakin membuatku ingin bersamanya.

Dia dan jiwa lain dalam kehidupannya menjadi detak lain dalam nadiku. Menjadi untaian baru dalam tiap doaku. Menjadi warna baru dalam kehidupanku…bukan warna buram. Tapi warna yang hangat, warna yang menyejukkan. I love you, Mbak.. :’)

Disorientasi antara ketua dan sekretaris??

Apa jobdesc seorang ketua panitia?

Lalu, apa tugas seorang sekretaris dalam sebuah kepanitiaan?

It’s my first time in handling a second big event in my workplace, but it wasn’t my first time to work in a team. But, Surely, it’s one of the most terrible team I’ve ever had!

Layaknya seorang sekretaris yang menunggu bos atau pimpinannya mendelegasikan tugas kepadanya lalu dengan amat patuh dan cermat akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, maka itulah hal pertama yang aku lakukan selepas mengetahui bahwa aku ditunjuk menjadi sekretaris.

2 minggu menunggu, kok tidak ada tanda-tanda pembagian tugas ya... Itu membuatku gusar. Ini orang (re: ketua) kok adem ayem aja ya? Apa semua sudah beres?

"Pak, bagaimana persiapan UKK nya?" tanyaku suatu hari saking penasarannya. “Oh, saya sudah buat proposalnya, sudah tinggal ACC dari atasan aja kok”, jawabnya.

Loh, kok??? Bukannya itu tugas sekretaris ya? Trus saya kerja apa dong ya???!!!

Beberapa rekan kerja sudah mulai ribut request ini itu, minta jadwalnya di letakkan di awal lah, minta yang membuat soal bu ini lah, pak inilah… sedangkan akunya malah bengong! *DudukDiatasTumpukanNovel*

Beberapa hari kemudian saya samperin lagi, “Pak, saya harus bikin apa?" Dengan muka bingung dia bilang, ” oh ya…bentar ya… ini saya sudah ngopy file semester lalu, tinggal edit aja”. Saya timpali lagi, “terus yang perlu saya edit apa?”. Beliau jawab, “apa ya…ehm…nanti ya kita kordinasi lagi”. Lagi?? Memang kapan coba kami koordinasi? Never! Lah terus saya nganggur lagi?? Wah, kacau nih kalau harus nunggu bola trus.

Finally, after discussing to some people, I decided to work based on my own way! Saya pilah mana yang harus saya kerjakan, mana yang harus saya serahkan ke ketua buat dikerjakan. Setelah itu saya kerjakan hal-hal terkecil dan dianggap sepele dulu. Setelah selesai, saya kerjakan yang memakan waktu, tenaga dan pikiran paling banyak. Saat proses itulah saya sampaikan ke ketua saya.

"Pak, ini saya sudah buat ini, sekarang saya proses acak siswa, acak kelas, dan buat kartu peserta. Bapak buat ini saja ya…", jelasku waktu itu. Tau apa jawabannya??? "Oh iya… terus ini sudah selesai? Saya kebagian buat apa?", tanyanya!

ALAMAAAAAAKKKKKK!!!! Ini SIAPA sih yang KETUA???!!! AKU kan SEKRETARIS! Kenapa malah aku yang ngatur woyyyy!!! Ini tugas anda sebagai ketua! Bukannya malah nanya: terus saya bikin apa sekarang?!!!!!

Sedikit Cerita...

"Parents are the most important people after Allah for me, their smile and pray are the most precious things in my life… My father is my sun who taught me how to survive and struggle for this life, my mother is my moon who teaches me how to thanks for having a hard work for a whole day"

Bapak, terima kasih atas cinta yang tak tertandingi… 14 tahun bersamamu membuat hidupku bermakna selamanya…
Ibuk, terima kasih atas pengorbanan dan perjuanganmu… Allah yang akan membalasmu karena aku tak memiliki apapun selain dirimu…

Aku mencintai Bapak dan Ibuk meski tak sekalipun aku mengutarakannya dihadapan kalian…

Aku dan keluargaku bukanlah keluarga yang bisa dengan leluasa dan bebas mengungkapkan rasa. Kami tak pernah bilang “aku sayang bapak”, “aku sayang ibu” ataupun sebaliknya. Bukan karena kami tak saling menyayangi. Apakah pernah ada keluarga yang tak saling menyayangi? Ada mungkin, satu diantara seribu. Dan aku percaya, 100%, bahwa rasa sayang hadir dan tumbuh di keluargaku dengan cara yang berbeda.

Ini sedikit cerita tentang kami...
Kami, mengungkapkan ekspresi cinta kami melalui perhatian. Kami berbagi perhatian, berbagi cerita, dan kami pun berbagi makanan. Bapak telah mengajarkan pada kami bagaimana cara berbagi dengan keluarga dengan cara yangg paling simpel. Bapak jarang sekali membeli nasi bungkus sejumlah orang yang ada di rumah. Jarang, dan hampir tak pernah. Bukan Bapak tak mampu, aku yakin Bapak punya cukup uang untuk membeli sebanyak jumlah anggota keluarga. Tapi, Bapakku ingin mengajarkan tentang BERBAGI…

Ya, kami harus berbagi! Kami berbagi sebungkus nasi dengan 2 atau 3 orang. Kami memakannya bersama. Kami memang hanya merasakan sedikit nasi itu, tapi tahukah kalian bahwa kami “kenyang”. Kami kenyang karena kami memakannya bersama, kami bisa merasakan nasi yang sama. Tak ada yang tak kebagian, tak ada yang iri. Nikmatnya kami rasakan bersama. Asin, manis, pedas, bahkan hambarnya pun sama. Semua dapat rasa yang sama. karena kami memiliki darah yang sama. Karena kami keluarga.

Ibuk, apa yang telah Ibuk ajarkan pada kami? Kerja keras. Ibuk tak perlu uang. Ibuk tak kurang sandang. Ibuk hanya tak ingin nganggur. Memberdayakan apa yang Ibuk punya. Ibuk bekerja, membuka warung, menjual nasi. Buat apa? Toh sudah ada nafkah dari Bapak, dan cukup. Ibuk bukan seorang sarjana, smp saja ibu tidak merasakannya. Hanya saja Ibuk adalah wanita yang pandai dalam berfikir tentang masa depan. Ibuk bekerja karena Ibu telah bersiap bahwa kita tidak selamanya bersama. Ibuk bersiap untuk masa depan yang kemungkinan tak semudah saat ini. Ibuk mempersiapkan dirinya sendiri dan untuk anak-anaknya kelak. Ibuk mengajarkan bahwa wanita, apalagi seorang Ibuk, harus bekerja keras untuk memberikan cadangan kehidupan yang layak buat keluarganya.

Bagiku, Bapak dan Ibuk adalah yang terbaik. Begitu pula dengan Ibuk dan Bapak masing-masing orang di dunia ini. Bagaimanapun dan siapapun Bapak dan Ibuk kita, mereka adalah yang terbaik buat kita. Mereka adalah pahlawan keluarganya. Mereka adalah penabur cinta. Dan merekalah…cinta itu sendiri.

*untuk Bapak, yang telah tenang disana, dan Ibuk, yang masih terus berjuang untuk anak-anaknya.

Kamis, 02 Mei 2013

Keputusan Ku

"Apa yang kamu tunggu?" tanyanya, yang selalu ku hormati. "Kalo kamu emang niat, ya sudahlah tak usah kamu memikirkan tentang keluarga atopun yang lainnya," tambahnya.

"Lalu, apa dong yang harus saya utamakan?" balasku.

"Ya agamanya lah!" jawabnya lugas.

"Lah kalo saya nya enggak sreg sama dia, masa' harus ddilanjutkan?!" bantahku.

"Tidak sreg bagaimana? Coba jelaskan!" kejarnya lagi.

"Yaaa tidak nyaman saat sama dia, tidak bisa jadi diri saya sendiri, tidak bisa berbicara apapun, hanya diam dan mendengarkan dia!" jelasku.

"Itukan baru pertama kali, ya wajar lah!" paksanya.

Sampai disini sebenarnya aku sudah tak ingin melanjutkan pembicaraan lagi. Pasti akan percuma saja. Beliau tetap menekanku untuk menerima dia. Tapi aku tetap harus jelaskan alsanku, biar aku tak disalahkan terus.

"Bukan yang pertama kali! Ini sudah yang kesekian kali saya bertemu dengan dia dan setiap pertemuan selalu sama!" aku menggambil jeda bernafas. "Dan saya tidak mungkin melanjutkan sesuatu yang dari awal saja sudah tidak bisa saya jalani dengan tulus. Mana mungkin saya bisa mengabdi pada dia sedangkan untuk berbicara saja saya enggan!" setelah itu hanya sunyi.

Tak ada percakapan apapun setelahnya, hanya suara tv yang masih mengisi ruangan itu. Suasana menjadi sangat canggung dan aku tak lagi betah berlama-lama. Ku putuskan untuk pulang setelahnya.

Hingga saat ini aku masih mengingat jelas perkataannya. Ayah, begitu aku menganggap beliau. Tapi ayah bukan bapakku. Bapakku telah bersama-Nya. Ayah adalah inspirasiku pada bidang yang kutekuni saat ini. Ayah yang mengajariku tentang belajar yang sesungguhnya. Dan ayah yang memperkenalkan dia padaku.

Sesampai ku dirumah, aku terus memikirkan omongan ayah. Aku tetap tak pernah setuju dengan ayah. Bagiku sebuah pernikahan tidak hanya antara aku dan calon suamiku, tapi pernikahan bagiku haruslah menyatukan dua keluarga. Keluargaku dan keluarga suamiku. Jika salah satu tak bisa menerima bagaimana keluarga yang kita jalani kelak akan penuh dengan barokah... Maka keluarga tetap harus dipertimbangkan!

Rasa tak nyaman yang kurasakan... Bagaimana mungkin aku mengabaikannya. Siapa coba yang mau menjalani kehidupan berdua dengan seseorang seumur hidup dengan setengah hati? Bukankah jika semuanya dijalani dengan setengah hati berujung pada ketidak tulusan? Bagiku hanya kenyamanan dan restu keluarga poin utamanya. Jika aku bisa merasa tenang padanya, dan dia mampu membuatku nyaman bersamanya, untuk apa pula aku menolaknya...

Ini bukan yang pertama bagiku. Akupun tidak sekedar menolak dan tak ingin melanjutkan hubbungan ini ke jenjang yang lebih serius. Apa kurangnya dia? Dia mapan dengan jaminan pekerjaan yang tak diragukan, postur daan wajah yang tak bisa dibilang jelek tp juga tak ganteng. Tapi itu semua bukan patokan utamaku. Aku bahkan sudah meminta petunjuk pada-Nya tentang hatiku. Dan jika ini adalah jawabannya apa aku harus menuliskan yang lain pada hidupku?...

Kini, aku sungguh hanya ingin meminta maafnya, Ayah dan siapaun yang merasa terluka dan kecewa dengan keputusanku. Aku sudah memutuskannya,dan aku ingin membuka hatiku kembali untuk yang lain.

Kamu, jodohku, dimanapun kamu saat ini, aku percaya bahwa kelak kita akan bertemu... Aku menunggumu.

Rabu, 02 Februari 2011

FLOOD!!!!


Oh my God....flood is everywhere. My house is isolated by the flood; west, north, east, even south!

It is the first flood in the early of this year and the biggest one!
Last Monday, when I went to Surabaya in the morning, it was okay...but when I came home...I had to walk for about 2 km in the flood!!! The water height was till my knee, more I think! I felt I lost my feet! I was so tired. Walk in the water is not easy! There were no public transportation because they couldn't pass the flood.

Usually, in the next day the flood height will decrease. But it wasn't usual, it was unusual! It was higher and higher! I couldn't come to campus and attend my final exam on Tuesday because no motor or car could cross the flood. The flood high reached more than the adults' hip. Everyone was give up and decided to stay at home only. They didn't go to school and work. I either. After trying all efforts and alternative ways, I gave up. I sent message to my lecturer and thanked God, he permitted me to postpone my exam to Wednesday.

I decided to go to Surabaya this afternoon through other way. But, it was canceled because of the hard rain. Then I decided to stay in my brother house, it wasn't isolated by the flood, last night. And this morning, my brother picked me up to the center of Gresik. Thus, I could reach Surabaya easily, although it is twice farther than normal route, and attended my final exam and submitted my take-home examination of Semantic.
And, here I am...trapped in Surabaya and cannot go home because the flood is still high. I have to sleep in my f
riend's house. Actually, I want to sleep in Bunda's house but I don't know whether she is busy or not right now... I don't know when I can come home.

Selasa, 18 Januari 2011

Bad Day!

I hate my brother but I'm trying not to blame everyone!!!!

I've tried to keep silent when my mom asked me about her letter whether it has been signed or not. I didn't answer because i know that it has not finished yet. ( I asked to my bro yesterday, and he hurt me with his word!!!!) I wished that my brother, who brought the letter, has finished it when he is at home this morning. I tried to be deaf one and ignore all my mom angers. I let her to said whatever about me, although it hurt me! I didn't answer it because I know that my words might hurt her. I just didn't want to see her disappointment.

But, everything was getting worst when my brother came home. My mom asked him and he, again, answered (it isn't finished yet!) with high intonation!! And it triggered my mom's anger. She shouted and cried and ran to her bedroom! I just hate my bro at that time. Why he didn't say that he'll finished it this afternoon because they've made the appointment for this afternoon! Why???!!!! and answered with normal intonation!

I hate that situation! I hate looking my mom's tears dripped on her eyes... I hate looking her sadness... I hate it!!!! Allah...help me not to blame anyone else.... :'( This situation made my mom, as well as me, regret dad's death. Why he left us when we still need him here???? My bro can't be as wise as him... And then my mom will blame us, her children, as bad children who never understand her!! Allah, please forgive me for regretting Your decision....

Mom, you are the only parent that I have at the moment. I love you so much although I've never said it to you... Your tears is my pain, your sadness is my sadness. I just want to make you understand that I love you, more than everything....

Don't cry anymore. I know your sacrifices for me... For reaching all my dreams... Thanks Mom... I know that everything I've done is not enough to pay all your sacrifices and loves but I believe that Allah will give you more and prepare a good place in heaven. Don't be sad... I believe that "my heaven is in your foot" and Allah bless is your bless... I love you and I'm sorry for hurting you so many times.

Senin, 17 Januari 2011

Masa Depan....?????

Thinking about my tomorrow....then everything becomes dark. I can't see anything just black!
What is, exactly, I want? I don't know. It might be too many wishes or nothing! :p

Not more than in 6 months, I'll graduate from my bachelor study. Then what I want to do next is continue my master directly. But, if I have to pay it independently I have to find a job first. The question is....What's kind of job that I really want???? Teaching? Sometimes, I stuck in the materials. Then, what??????? Any suggestion?
Back to the my master! I have a dream to get a scholarship. Study abroad scholarship, better! ;) hehehehe.... Wherever the country, just going abroad! But....how? -again- my university doesn't have any scholarship program!!!!! There's only local scholarship for paying the school fee and I got it this semester. Not for paying my school fee, but I used it to buy this laptop! hehehehehe... ;p Maybe, I have to googling to find some information about this. If you have some, just tell me... Okay? Thanks.

Back to my future. If I can't find a scholarship, then just find a job. Apapun, yang penting bisa ada pemasukkan. Tapi, at least, aku masih bisa mengajar di tempatnya Bu Titik....hahahaha.
Lalu, beasiswanya...ditunggu aja kali ya... ;p

Next, find a good man or maybe...wait for a good man to marry. Hahahaha....
Actually, I want the rich one... Thus, I can invite everyone that I want, include you Amelie...hehehe (I'll buy the two ways plane ticket if my husband to-be is billionaire!) and I can go to overseas for honeymoon. And I don't need to work, I just stay at home with my children (I want to have two children, at least. If God gives me more, it will be okay!) and teach them to be a good children for us.... :) If there is billionaire who wants to marry me, I'll marry with the "right" one. He may be not a perfect person but he is the chosen one, by God (Allah) of course... Amien...

All I said are just my dream... I don't know whether it will be true or just dreams forever.... Just let time prove it...

Jumat, 14 Januari 2011

This Week!

This week is terrible for me. I'm lazy to go to campus and I don't know why! I am bored and I need to refresh, I NEED HOLIDAY!!!!!!!! AAARRRRGGGGHHHHHHHHHH

Okay, then let me tell you my whole activities along this week. I started this week by saying goodbye to my dear friend - Amelie - and wishing that we'll meet again someday. I did it on my way to campus on Monday morning. Then, followed the class like usual and came home!!! It's boring activity!

On Tuesday, I decided to go to Tunjungan Plaza (TP) and watch movie there! I watched this movie alone and sat in Seat F11 and there was no other people both in my right and left side! Was that great, uh...???? Just thought that it is my own movie theater! Hahahhaa ;D

On the next day, I accompanied my friend to Hi-Tech mall. Actually, she, my friend, wanted to buy storage device but, wow, it is still expensive! Her money was not enough to buy it. It is twice more expensive than when I saw it last December. Because there was Christmas and New Year Sale... Hehehehe, sorry friend I've gave the wrong information. So, we want home with nothing in our hand.

Then, TP again...hehehehe! Go to TP twice a week, act like a rich person! whereas there just a few money in my pocket! :P It's okay, nobody knew it! Well, actually I just accompanied fitri to buy shoes. Then, we ate in Mc.D. Fitri is "ngidam" (willingness of a pregnant woman who wants something unusual to eat, to have, or to eat, sometimes). At that moment, she wanted to eat Beef Burger Prosperity! Hassshhh...strange but unique!

Huft...it was little bit enough to made me forgetting my Chapter III of my thesis! Hahahhaa.... Tragic, I have to finish chapter III if I want to get A in my Thesis Writing but I'm too lazy to do it!!! But I want A! Can I get A without finishing my Chapter III???? Maybe I have to persuade my lecturer... x_x

I would say: "Mom, chapter III saya belum selesai loh, Mom... It's Okay ya Mom.... Kan saya sudah menyelesaikan 2 chapter sebelumnya lebih cepat dari teman-teman yang lain... Okay, Mom????"
And my lecturer would say, "Yes, it's okay! No problem."
Huahahhhaaaahhhaa.... XD (It's only in your dream, Hans!!!!!! :'( )

Another problem that I don't want to think is my next translation presentation! Hash!!! What the hell it is! I'm not interested in this activity (finding other person article, read it, and present it!) is that all???? (to my lecturer, if you read it: Sorry, Sir. That's what I feel!) The subject is Indonesian-English translation, but what we've done just finding an article about the translation then presented it in front of the class! That's all! Then, where is the "translation" process???? Nothing!!! So, I feel that I get nothing along this semester in this class!

Sorry God for saying bad about my class, or maybe about my lecturer!!!!